Patung
Garuda Wisnu Kencana Bali
Patung
GWK
Keunikan Ide Gagasan Patung GWK
Ditanya soal ide membuat patung GWK, dia mengatakan, hal itu berangkat dari
rasa jengkelan setelah menggelar pameran di New York, AS. Pameran itu
mendapatkan sambutan hangat. Tapi, sejumlah wartawan dari AS yang mengetahui
dirinya dari Indonesia pergi. ’’Mereka menyatakan cari saja yang mau meng-cover
berita tentang Asia,” ujar ayah dua anak itu menirukan ucapan jurnalis di AS,
saat itu.Dari pengalaman itu dia berniat membuat pantung GWK. “Kami punya kekuatan, tapi nggak punya keyakinan diri. Dengan GWK kami memantapkan diri. Kita nggak perlu lagi bicara ke New York, nyembah-nyembah mereka. Sebab, mereka dengan sendirinya akan menulis tentang kita,” katanya pematung yang tergabung dalam berbagai organisasi seni patung internasional itu.
Keunikan Teknik Karya Patung GWK
Untuk
membuat patung ini sampai jadi diperlukan 4000 ton tembaga dan kuningan serta
mengambil beberapa bukit batu kapur yang ada di sekitar daerah tersebut. Patung
ini merupakan karya I Nyoman Nuarta, pemahat patung modern
yang terkenal di Indonesia. Teknik memahat, yaitu membuat patung dengan cara
mengurangi bahan yang dibentuk.
Keunikan Makna Karya Patung GWK
Dewa Wisnu dilambangkan sebagai sumber kebijaksaan
dan pemelihara dengan menunggang burung Garuda yang merupakan simbol kekuatan
dan kemakmuran. GWK adalah simbol kebudayaan yang berbasis keseimbangan alam.
Dalam konsep Tri Murthi di mana Dewa Wisnu bertugas untuk memelihara alam
semesta dan Garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu merupakan simbol dari
pengabdian yang tanpa pamrih. Garuda seringkali dilukiskan memiliki kepala,
sayap, ekor dan moncong burung elang, dan tubuh, tangan dan kaki seorang
manusia. Mukanya putih, sayapnya merah, dan tubuhnya berwarna keemasan.
Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi sinar matahari. Garuda adalah seekor
burung mitologis, setengah manusia setengah burung.
Kursi
Anyaman
Keunikan Ide Gagasan Anyaman Kursi
Dengan mengunakan kayu rotan dapat menjadikan kursi
dengan cara rotan dibengkok kan dengan alat bengkok lalu dianyam hingga
terbuatlah kursi anyaman rotan lalu kursi tersebut dicat dengan warna dasar lalu diamplasuntuk
menghilangkan bulu bulu rotan .
Keunikan Teknik Karya Anyaman Kursi
Proses Pembuatan
Kerajinan Anyaman Rotan, untuk pembuatan kursi atau meja
diperlukan rotan yang sudah dibersihkan dengan ukuran diameter sekitar 2-3 cm.
Rotan dibentuk menurut kerangka kursi atau meja, dengan jalan
memanaskan rotan dengan api (setengah dibakar) sampai agak lunak,
sehingga dapat dibentuk sesuai dengan keinginan dengan mudah. Jika
belum sempurna, rotan dipanaskan lagi dan dibentuk lagi. Demikian seterusnya
sampai terbentuk sesuai keinginan. Bahan-bahan kerangka yang satu dengan yang
lain dirangkai dengan terlebih dahulu mempergunakan paku atau pasak dan
kemudian diikat dengan anyaman menggunakan kulit rotan yang lebih
kecil. Setelah kerangka selesai dibuat dengan utuh,barulah dianyam kulit rotan
yang sudah dihaluskan dengan mengamplas keseluruh permukaan bagian klursi yang
diperlukan seperti tempat duduk, sandaran, serta kaki dan tangan kursi. Maka
jadilah sebuah kursi yang molek, dan untuk memperoleh keindahan yang maksimal
diperoleh dengan pelitur atau bahan pewarna.
Keunikan
Makna Karya Anyaman Kursi
KURSI
ROTAN adalah
sarana duduk yang dirancang dan diproduksi dengan menggunakan bahan baku rotan,
baik rotan alami atau rotan sintetis, termasuk
bahan eceng
gondok, pelepah
pisang, maupun pandan. Fungsi kursi, selain untuk sarana duduk, juga sebagai
simbol sosial dan perangkat estetis atau keindahan untuk sarana interior dan eksterior rumah. Oleh sebab itu, fungsi
kursi tersebut sebaiknya tercermin di dalam nilai-nilai desain yang ideal,
termasuk di dalamnya karakteristik gaya kursi rotan.




0 komentar:
Posting Komentar