Rabu, 22 Oktober 2014

Seni Budaya



Patung Garuda Wisnu Kencana Bali
Patung GWK 

Keunikan Ide Gagasan Patung GWK
Ditanya soal ide membuat patung GWK, dia mengatakan, hal itu berangkat dari rasa jengkelan setelah menggelar pameran di New York, AS. Pameran itu mendapatkan sambutan hangat. Tapi, sejumlah wartawan dari AS yang mengetahui dirinya dari Indonesia pergi. ’’Mereka menyatakan cari saja yang mau meng-cover berita tentang Asia,” ujar ayah dua anak itu menirukan ucapan jurnalis di AS, saat itu.
Dari pengalaman itu dia berniat membuat pantung GWK. “Kami punya kekuatan, tapi nggak punya keyakinan diri. Dengan GWK kami memantapkan diri. Kita nggak perlu lagi bicara ke New York, nyembah-nyembah mereka. Sebab, mereka dengan sendirinya akan menulis tentang kita,” katanya pematung yang tergabung dalam berbagai organisasi seni patung internasional itu.

Keunikan Teknik Karya Patung GWK
Untuk membuat patung ini sampai jadi diperlukan 4000 ton tembaga dan kuningan serta mengambil beberapa bukit batu kapur yang ada di sekitar daerah tersebut. Patung ini merupakan karya I Nyoman Nuarta, pemahat patung modern yang terkenal di Indonesia. Teknik memahat, yaitu membuat patung dengan cara mengurangi bahan yang dibentuk.

Keunikan Makna Karya Patung GWK
Dewa Wisnu dilambangkan sebagai sumber kebijaksaan dan pemelihara dengan menunggang burung Garuda yang merupakan simbol kekuatan dan kemakmuran. GWK adalah simbol kebudayaan yang berbasis keseimbangan alam. Dalam konsep Tri Murthi di mana Dewa Wisnu bertugas untuk memelihara alam semesta dan Garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu merupakan simbol dari pengabdian yang tanpa pamrih. Garuda seringkali dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor dan moncong burung elang, dan tubuh, tangan dan kaki seorang manusia. Mukanya putih, sayapnya merah, dan tubuhnya berwarna keemasan. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi sinar matahari. Garuda adalah seekor burung mitologis, setengah manusia setengah burung.



Kursi Anyaman

Keunikan Ide Gagasan Anyaman Kursi
Dengan mengunakan kayu rotan dapat menjadikan kursi dengan cara rotan dibengkok kan dengan alat bengkok lalu dianyam hingga terbuatlah kursi anyaman rotan lalu kursi tersebut dicat  dengan warna dasar lalu diamplasuntuk menghilangkan bulu bulu rotan .

Keunikan Teknik Karya Anyaman Kursi
Proses Pembuatan Kerajinan Anyaman Rotan, untuk pembuatan kursi atau meja diperlukan rotan yang sudah dibersihkan dengan ukuran diameter sekitar 2-3 cm. Rotan dibentuk menurut kerangka kursi atau meja, dengan jalan memanaskan rotan dengan api (setengah dibakar) sampai agak lunak, sehingga dapat dibentuk sesuai dengan keinginan dengan mudah. Jika belum sempurna, rotan dipanaskan lagi dan dibentuk lagi. Demikian seterusnya sampai terbentuk sesuai keinginan. Bahan-bahan kerangka yang satu dengan yang lain dirangkai dengan terlebih dahulu mempergunakan paku atau pasak dan kemudian diikat dengan anyaman menggunakan kulit rotan yang lebih kecil. Setelah kerangka selesai dibuat dengan utuh,barulah dianyam kulit rotan yang sudah dihaluskan dengan mengamplas keseluruh permukaan bagian klursi yang diperlukan seperti tempat duduk, sandaran, serta kaki dan tangan kursi. Maka jadilah sebuah kursi yang molek, dan untuk memperoleh keindahan yang maksimal diperoleh dengan pelitur atau bahan pewarna.

Keunikan Makna  Karya Anyaman Kursi
KURSI ROTAN adalah sarana duduk yang dirancang dan diproduksi dengan menggunakan bahan baku rotan, baik rotan alami atau rotan sintetis, termasuk bahan eceng gondok, pelepah pisang, maupun pandan. Fungsi kursi, selain untuk sarana duduk, juga sebagai simbol sosial dan perangkat estetis atau keindahan untuk sarana interior dan eksterior rumah. Oleh sebab itu, fungsi kursi tersebut sebaiknya tercermin di dalam nilai-nilai desain yang ideal, termasuk di dalamnya karakteristik gaya kursi rotan.

0 komentar:

Posting Komentar